Parkiran (gedung) Tanpa Kendaraan Bermotor.
June 24th, 2010 by davidDi Mexico City, setiap hari Senin minggu pertama setiap bulannya diselengarakan suatu program yang dalam bahasa Spanyol dikenal dengan ‘Bici Funcionarios’. Bici Funcionarios, secara bebas dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia sebagai Pejabat Bersepeda. Ya, karena pada hari Senin minggu pertama tersebut, setiap pejabat pemerintah daerah diwajibkan untuk menggunakan sepedanya menuju tempat kerjanya. Di sana lingkungan memang sangat mendukung, mulai dari iklimnya, sarana jalur sepeda, rak tempat parkir, kamar mandi etc. Selain itu dukungan kemauan dan kesungguhan para pembuat keputusan untuk menciptakan kota yang nyaman, aman, sehat dan bersih dari polusi bagi masyarakatnya juga kuat. Mexico City yang pada tahun 1992 pernah menyandang julukan kota tercemar (Mexico City’s air as the most polluted on the planet), saat ini sudah jauh lebih baik.
Mexico City, secara selintas mempunyai situasi sosial mirip dengan Jakarta. Masalah ekonomi yang mendorong terjadinya urbanisasi; masalah urbanisasi yang menimbulkan masalah kepadatan penduduk, bahkan rumah-rumah kecil mereka, berjubel dan merambah ke atas perbukitan di pinggiran kota; masalah mobilitas penduduk yang membebani system transportasi; masalah pencemaran akibat industri dan transportasinya. Semuanya mirip dengan yang kita alami di kota kita ini.
Tapi secara selintas dapat juga terlihat perbedaannya, terutama dalam hal kesungguhan untuk memperbaiki situasi lingkungan dan masalah yang dihadapinya, terutama dalam menyelesaikan masalah mobilitas penduduknya. Mereka melengkapi jalan-jalan lingkungan mereka dengan pedestrian; mereka juga membangun jalur sepeda dalam lingkungan pemukiman-pemukiman mereka dan mereka juga membangun jalur sepeda yang menghubungkan satu cluster pemukiman dengan cluster pemukiman lain dan juga dengan pusat kegiatan (sekolahan, perkantoran etc). Bus-bus milik perorangan dengan kondisi yang buruk dan jalur yang tumpang tindih, telah mereka beli dan digantikan dengan BRT lengkap dengan bus pengumpannya yang menjangkau sampai pelosok pemukiman. Ini membuat kehidupan mereka lebih baik. Interaksi sosial bertambah sering, polusi udara jauh berkurang dan kesehatan masyarakat meningkat.
Seharusnya para pembuat keputusan di kota kita ini juga bisa belajar dan mengacu pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah Mexico City. Tidak usah seekstrem pemerintah Mexico City dengan program Bici Funcionarios, yang mewajibkan pejabat pemerintah daerah memakai sepeda untuk bekerja. Jalur khusus sepeda belum tersedia, juga jarak beberapa pemukiman dengan tempat aktifitas kita di sini kadang-kadang cukup jauh (idealnya, antara 5Km sampai 15Km atau kurang dari satu jam bersepeda). Walau sebenarnya masih bisa mengkombinasikan sepeda dengan transportasi umum (kereta api atau BRT).
Pemerintah (selain memperbaiki system transportsi umum) harus bisa dan harus mau memulai mengadakan program yang mendorong pengurangan kendaraan bermotor pribadi dengan memperkenalkan angkutan alternatif (sepeda, BRT, Kereta Api etc) misalnya dengan program PTKB (Parkiran Tanpa Kendaraan Bermotor). Saat ini memang sudah ada program HBKB (Hari Bebas Kendaraan Bermotor, CFD) atau HTKB (Hari Tanpa Kendaraan Bermotor, CFD) yang diselenggarakan sebulan dua kali, baik secara terpusat di Jl. Thamrin-Sudirman, maupun wilayah kota lainnya. Tapi sebaiknya mulai diperkenalkan juga program PTKB (Parkiran Tanpa Kendaraan Bermotor) yang dilaksanakan pada saat/hari tertentu dengan menutup pelataran parkir bagi kendaraan bermotor. Pegawai yang biasanya membawa kendaraan bermotor pribadi dan parkir di pelataran parkir tesebut bisa meninggalkan kendaraannya di rumah dan bersepeda atau naik kendaraan umum menuju tempat kerjanya. Atau mereka harus mau memarkirkan kendaraannya di tempat lain, di luar pelataran parkir gedung, dan kemudian mereka bisa melanjutkannya dengan berjalan kaki atau naik sepeda atau dengan naik kendaraan umum. Dengan demikian lingkungan udara di sekitar lapangan parkir tesebut bisa menjadi lebih segar.
Juga, hari PTKB akan mendorong masyarakat untuk hidup lebih sehat dengan lebih banyak bergerak; lebih bisa bersosialisasi dengan berjalan/bersepeda/berkendaraan bersama dan belajar mengurangi pencemaran.
Pada awal pelaksanaannya mungkin akan ditemui sedikit kesulitan, tapi dengan memberikan informasi yang sebanyak-banyaknya tentang alternatif transportasi yang ada dan sosialisasi yang cukup dan tepat sasaran, program ini akan dapat memberi manfaat yang nyata bagi kenyamanan hidup kita di kota ini.
Semoga pemikiran ini dapat membuka wawasan para pengambil keputusan di kota ini dan masyarakat dapat hidup lebih baik.
Salam(062410dc)